Penyakit Asam Urat

Pengertian Penyakit Asam Urat

Apakah Anda tiba-tiba pernah merasakan rasa sakit yang sangat mengganggu pada bagian sendi, terutama sendi jempol kaki disertai dengan bengkak kemerahan? Jika pernah mungkin Anda menderita penyakit asam urat atau nama lainnya adalah penyakit pirai atau gout. Penyakit ini merupakan sejenis radang sendi yang disebabkan oleh pengkristalan natrium urat di dalam atau di sekitar sendi. Penyakit asam urat hanyalah salah satu dari dua ratus lebih bentuk penyakit radang sendi yang berbeda-beda.

Biasanya gejala berupa rasa sakit yang muncul secara tiba-tiba tersebut akan berlangsung selama tiga hingga sepuluh hari, dengan puncak rasa sakitnya yang akan dirasakan dalam enam hingga dua puluh empat jam pertama serangan asam urat tersebut dimulai.

Setelah tiga hingga sepuluh hari, biasanya rasa sakit pada sendi tersebut akan menghilang dan sendi akan tampak seperti semula tanpa adanya pembengkakan. Kendati terlihat sembuh, namun radang sendi ini umumnya bisa kambuh.
Penyebab munculnya penyakit asam urat

Penyebab penyakit asam urat adalah tingginya kadar asam urat. Asam urat merupakan limbah yang terbentuk dari pemecahan zat purin yang ada di dalam sel-sel tubuh. Setiap harinya, asam ini dibuang dari tubuh kita melalui ginjal. Jika asam urat yang dibuang dari tubuh jauh lebih sedikit dari jumlah produksinya, maka sisanya akan menumpuk di dalam dan sekitar sendi dalam bentuk kristal-kristal tajam natrium urat. Pembentukan dan penumpukan kristal-kristal tersebut bisa berlangsung selama bertahun-tahun tanpa kita sadari.

Beberapa kristal yang bertumpuk akan keluar dari tulang rawan dan membuat lapisan lembut pada sendi yang disebut  sinovium mengalami radang yang terasa menyakitkan. Ketika ini terjadi, itu berarti penderita sedang mengalami serangan asam urat.

Pada akhirnya, kristal yang tertumpuk akan membentuk gumpalan keras yang disebut tofi. Tofi ini bisa menyebabkan kerusakan pada tulang rawan sendi dan tulang di sekitarnya. Jika tidak segera ditangani, bisa mengarah pada kerusakan sendi permanen dan jika sudah seperti ini, sendi akan terasa kaku dan sakit ketika digerakkan.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit asam urat, diantaranya adalah:

– Kelebihan berat badan atau obesitas.
– Umur dan jenis kelamin. Penyakit asam urat cenderung dialami mereka yang berusia lebih tua dan kaum pria.
– Sering mengonsumsi makanan yang banyak mengandung purin seperti otak, hati, ginjal, kaldu, jantung, ikan makarel, ikan sarden, dan kerang-kerangan.
– Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras seperti spirit atau bir.
– Memiliki hipertensi atau diabetes.
– Memiliki masalah pada ginjal yang dapat mengganggu pembuangan asam urat.
– Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit ini.

Diagnosis penyakit gout

Untuk mendiagnosis apakah Anda menderita gout, biasanya dokter akan memeriksa keberadaan kristal-kristal natrium urat di dalam sendi-sendi Anda. Sebelum melakukan tes, pertama-tama dokter akan bertanya mengenai riwayat kesehatan serta gejala-gejala yang Anda alami, seperti:

– Lokasi sendi yang terasa sakit
– Seberapa cepat gejalanya muncul
– Seberapa sering Anda mengalami gejala tersebut
– Apakah Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu
– Apakah di keluarga Anda ada yang menderita penyakit gout

Penanganan penyakit asam urat

Penanganan penyakit asam urat memiliki dua sasaran utama, yaitu meringankan gejalanya dan mencegah serangan terulang kembali.

Dalam meringankan gejala, Anda bisa melakukannya dengan menempelkan kantung es pada bagian sendi yang terasa sakit. Anda juga bisa mengonsumsi obat pereda rasa sakit seperti obat anti inflamasi non steroid (OAINS). Selain obat tersebut, obat lainnya seperti colchicine atau corticosteroids terkadang diperlukan.

Untuk mencegah kambuhnya serangan asam urat, Anda bisa melakukannya dengan memperbaiki pola hidup, seperti menurunkan berat badan bagi yang obesitas atau mengonsumsi obat-obatan penurun kadar asam urat, contohnya allopurinol.

Kombinasi obat-obatan dari dokter serta perilaku hidup sehat terbukti ampuh dalam menurunkan kadar asam urat dan melarutkan kristal-kristal penyebab penyakit tersebut. Banyak diantara mereka yang tidak lagi mengalami serangan asam urat di masa mendatang setelah menerapkan cara pengobatan ini.

Mereka yang terkena penyakit asam urat

Jumlah wanita yang terkena penyakit asam urat lebih sedikit dari pria. Hal tersebut tidak terlepas dari peran hormon estrogen pada wanita yang mampu menurunkan kadar asam urat dan memperlancar pembuangannya melalui ginjal. Namun keunggulan tersebut hanya berlaku pada wanita yang masih dalam periode subur saja. Setelah wanita mengalami menopause, kadar asam urat lebih mudah meningkat dan mereka pun menjadi rentan terhadap serangan. Kaum pria biasanya menderita gout setelah berumur 30 tahun, sedangkan bagi kaum wanita lebih besar risikonya setelah berumur 60 tahun.

Komplikasi akibat penyakit asam urat

Meski penyakit asam urat jarang menimbulkan komplikasi, tetap patut kita waspadai. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi diantaranya:

– Munculnya benjolan keras yang disebut tofi di sekitar area yang mengalami radang. Benjolan ini bisa dirasakan di bawah kulit.
– Kerusakan sendi permanen akibat radang yang terus berlangsung yang diperparah dengan pembentukan tofi di dalam sendi yang merusak tulang rawan dan tulang sendi itu sendiri. Kerusakan permanen ini biasanya terjadi pada kasus yang dibiarkan selama bertahun-tahun.
– Batu ginjal yang disebabkan oleh pengendapan asam urat yang bercampur dengan kalsium di dalam ginjal.

Gejala Penyakit Asam Urat

Sendi yang tiba-tiba terasa sangat sakit (terutama sendi jempol kaki) merupakan gejala penyakit asam urat atau penyakit gout yang paling umum. Seringkali penderita penyakit ini kesulitan untuk berjalan akibat rasa sakit yang sangat mengganggu. Meski dapat muncul kapan saja, gejala seringkali terasa di malam hari. Selain gejala yang disebut di atas, gejala penyakit asam urat lainnya adalah:

– Pembengkakan di dalam dan di sekitar sendi yang mengalami radang.
– Kulit di atas sendi yang terlihat memerah dan mengilap.
– Rasa sakit yang tidak tertahankan terutama ketika sendi tersentuh benda apa pun, bahkan jika tersentuh selimut sekali pun.
– Saat radang pada sendi mereda, kulit pada area tersebut terlihat mengelupas dan terasa gatal.

Sendi-sendi yang sering mengalami serangan penyakit asam urat

Sendi-sendi yang terletak di ujung anggota badan bersifat rentan terkena serangan penyakit asam urat, terutama jempol kaki. Serangan pada bagian tersebut dialami sekitar tujuh puluh persen penderita untuk pertama kalinya,dan sebagian besar merasakan sakit di beberapa titik jempol kaki mereka.

Kendati begitu, penyakit asam urat dapat menyerang sendi mana pun dan bisa menyerang lebih dari satu sendi dalam waktu bersamaan, terlebih jika tidak diobati. Selain jempol kaki, sendi-sendi yang rawan serangan penyakit asam urat adalah:

– Pergelangan kaki
– Kaki bagian tengah
– Lutut
– Pergelangan tangan
– Jari tangan
– Siku

Pola gejala penyakit asam urat

Sebanyak enam dari sepuluh penderita mengalami serangan berulang dalam kurun satu tahun. Meski penderita bisa mengalami kambuh tiap beberapa minggu, bulan, atau tahun, namun kapan terjadinya serangan penyakit asam urat sulit diprediksi.

Biasanya gejala berkembang secara cepat dalam tempo beberapa jam dan berlangsung selama tiga hingga sepuluh hari. Setelah itu, rasa sakit dan tidak nyaman pada sendi akan berangsur-angsur menghilang dan sendi akan normal kembali.

Ada beberapa penderita yang mungkin hanya merasakan serangan penyakit asam urat beberapa kali saja dalam hidup mereka. Namun pada sebagian besar penderita lainnya, serangan  makin meningkat dari waktu ke waktu, dan bahkan bisa menyerang sendi-sendi yang baru.
Saatnya memeriksakan diri ke dokter

Segera periksakan diri ke rumah sakit jika Anda mengalami demam, serta pembengkakan dan rasa sakit pada sendi yang terus memburuk setelah 24 jam. Dikhawatirkan Anda mengalami infeksi di dalam sendi atau septic arthritis yang patut ditangani secepatnya karena berpotensi fatal.

Jika Anda merasakan serangan penyakit asam urat sesuai gejala yang tertulis sebelumnya, konsultasikanlah ke dokter.

Meski rasa sakit telah hilang, Anda sebaiknya memeriksakan diri kepada dokter, karena serangan penyakit asam urat kemungkinan bisa terjadi kembali di masa mendatang dan jika tidak segera diobati, dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan sendi yang lebih serius.

Jika gejala-gejala yang Anda rasakan tersebut merupakan pengalaman pertama bagi Anda, tanyakanlah kepada dokter mengenai kepastian diagnosisnya karena penyakit lainnya seperti infeksi sendi, juga memiliki gejala yang sama dengan penyakit asam urat.

Selama masa pengobatan, Anda mungkin dianjurkan dokter untuk mengonsumsi obat-obatan sesuai yang diresepkan.

Penyebab Penyakit Asam Urat

Penumpukan asam urat di dalam darah adalah penyebab penyakit asam urat atau penyakit gout. Asam urat adalah limbah yang terbentuk dari pemecahan zat purin yang ada di dalam sel-sel tubuh. Sebagian besar asam urat dibuang melalui ginjal dalam bentuk urin dan sebagian kecil lainnya dibuang melalui saluran pencernaan dalam bentuk tinja.

Jika asam urat yang dibuang dari tubuh jauh lebih sedikit dari jumlah yang diproduksi, maka asam urat yang bertumpuk tersebut akan membentuk kristal-kristal tajam natrium urat berukuran mikro yang bermuara di dalam sendi atau di sekeliling jaringan sendi. Ketika kristal-kristal tajam tersebut masuk ke dalam ruang sendi dan mengganggu lapisan lunak sendi, maka terjadilah peradangan yang terasa sangat sakit.

Sendi yang paling sering mengalami serangan penyakit asam urat adalah sendi kaki dan tangan. Tingginya pembentukan kristal-kristal di kedua sendi tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh suhu bagian tubuh tersebut yang relatif lebih rendah dibandingkan sendi lainnya.

Sendi selanjutnya yang juga rentan terhadap serangan adalah sendi lutut dan siku. Sedangkan sendi yang jarang terkena serangan adalah yang letaknya dekat dengan badan, seperti sendi leher, punggung, pinggul, dan bahu.

Ada beberapa hal atau faktor yang turut memengaruhi naiknya kadar asam urat di dalam tubuh, diantaranya adalah makanan, minuman keras, minuman dengan kadar gula tinggi, beberapa kondisi medis, obat-obatan, riwayat keluarga, serta jenis kelamin.
Makanan penyebab penyakit asam urat

Makanan yang kaya akan zat purin dapat meningkatkan kadar asam urat di dalam tubuh. Contohnya seperti:

– Jeroan (jantung, ginjal, otak,dan hati).
– Makanan laut (kerang-kerangan dan ikan yang berminyak).
– Daging merah (daging babi, sapi, dan kambing).

Minuman keras

Jika Anda terlalu banyak mengonsumsi minuman keras, maka produksi asam urat di dalam hati akan meningkat, selain itu unsur alkohol juga dapat mengurangi jumlah asam urat yang dibuang melalui urin.

Jenis minuman keras yang paling harus diwaspadai untuk menghindari serangan penyakit asam urat adalah bir dan spirit. Terutama bir, minuman keras ini juga mengandung purin yang tinggi. Sedangkan untuk wine, minuman keras ini tidak meningkatkan risiko terkena penyakit asam urat secara signifikan asalkan diminum hanya satu atau dua gelas perhari.
Minuman dengan kadar gula tinggi

Menurut sebuah penelitian, minuman ringan manis  atau pun minuman yang mengandung fruktosa tinggi dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit asam urat. Fruktosa sendiri merupakan zat gula alami yang ditemukan pada buah-buahan.  Sedangkan minuman ringan diet atau minuman ringan yang kandungan gulanya rendah, tidak membuat seseorang berisiko terkena penyakit ini.
Masalah kesehatan atau kondisi medis yang sebelumnya diderita pasien

Ada beberapa kondisi medis yang dapat meningkatkan risiko penyakit asam urat. Artinya seseorang akan rentan terserang gout jika dirinya memiliki atau sedang mengidap:

– Kadar lemak dan kolesterol yang tinggi dalam darahnya.
– Penyakit ginjal.
– Osteoartritis pada tangan, lutut, dan kaki.
– Diabetes, baik diabetes tipe 1 maupun tipe 2.
– Tekanan darah tinggi.

Obat-obatan pemicu asam urat

Meningkatnya kadar asam urat serta risiko terkena penyakit gout dapat disebabkan oleh beberapa jenis obat tertentu, diantaranya:

– Niacin yaitu obat yang digunakan untuk mengobati kolesterol tinggi.
– Diuretik atau pil air, yaitu obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan juga mengobati penumpukan cairan di dalam tubuh yang tidak wajar.
– Obat-obatan pereda tekanan tinggi lainnya, seperti obat penghambat saluran kalsium, obat penghambat enzim pengubah angiotensin, dan obat penghambat beta.
– Aspirin.

Riwayat kesehatan keluarga

Sebuah penelitian menyimpulkan bahwa penyakit asam urat merupakan penyakit turunan. Dalam riset tersebut ditemukan bahwa satu dari lima penderita  memiliki seorang anggota keluarga yang juga mengidap penyakit yang sama.
Kaitan jenis kelamin terhadap penyakit asam urat

Risiko wanita pada masa subur untuk terkena serangan gout, lebih rendah dibandingkan dengan pria. Hal tersebut tidak terlepas dari peran hormon estrogen pada wanita yang mampu menurunkan kadar asam urat dan memperlancar pembuangannya melalui ginjal. Sedangkan pada pria, kadar asam urat di dalam tubuh mereka meningkat selama masa puber, dan tetap lebih tinggi dari wanita hingga dewasa.

Ketika wanita memasuki masa menopause, mereka juga akan berisiko terkena serangan gout, meski peningkatan kadar asam urat mereka tidak setinggi laki-laki. Itu sebabnya gejala serangan gout pada penderita wanita terlihat lebih lambat dibandingkan pada penderita pria.

Terlepas dari faktor-faktor di atas, ada juga beberapa orang yang memiliki kadar asam urat tinggi dalam darah mereka, namun tidak ditemukan pembentukan kristal-kristal natrium urat pada sendi-sendi mereka. Selain itu di antara beberapa orang yang memiliki kadar asam urat yang sama pun, tingkat kerentanan mereka berbeda-beda. Mengenai hal tersebut, hingga kini belum ada penjelasan yang pasti.

Diagnosis Penyakit Asam Urat

Untuk memastikan apakah Anda menderita penyakit asam urat atau gout, dokter biasanya akan memeriksa keberadaan kristal-kristal natrium urat di dalam sendi-sendi Anda. Sebelum melakukan tes, pertama-tama dokter akan bertanya mengenai riwayat kesehatan serta gejala-gejala yang Anda alami. Berikut ini adalah hal-hal yang biasanya ditanyakan oleh dokter.

– Lokasi sendi yang terasa sakit.
– Seberapa cepat gejalanya muncul.
– Seberapa sering Anda mengalami gejala tersebut.
– Apakah Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.
– Apakah di keluarga Anda ada yang menderita penyakit asam urat.

Selain hal-hal di atas, dokter juga biasanya akan menanyakan mengenai makanan atau minuman yang Anda konsumsi. Misalnya apakah Anda banyak mengonsumsi minuman keras seperti bir dan spirit. Atau apakah Anda banyak mengonsumsi makanan dengan kadar purin tinggi, seperti makanan laut dan daging-dagingan.
Diagnosis penyakit asam urat melalui tes lebih lanjut

Nyeri pada sendi belum tentu disebabkan oleh penyakit asam urat. Penyakit ini hanyalah salah satu dari dua ratus lebih bentuk penyakit radang sendi yang berbeda-beda. Artinya banyak penyakit yang dapat menyebabkan rasa sakit, radang, atau pembengkakan pada sendi.

Agar diagnosis tepat, dokter biasanya akan melakukan tes atau pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah pasien terkena penyakit asam urat atau kondisi lainnya. Beberapa tes tersebut diantaranya adalah pemeriksaan darah, pemeriksaan cairan sendi, pemindaian dengan menggunakan ultrasound, dan pemeriksaan sinar X.
Diagnosis penyakit asam urat melalui pemeriksaan darah

Untuk mengukur kadar asam urat di dalam darah, dokter biasanya melakukan sebuah tes yang dinamakan serum uric acid test. Tes ini dilakukan pada empat atau enam minggu setelah terjadinya serangan gout. Kenapa harus menunggu selama itu? Jawabannya adalah karena kadar asam urat darah biasanya tidak akan naik ketika serangan masih berlangsung.

Namun hasil dari tes ini saja belum cukup meyakinkan untuk menentukan apakah seseorang terkena gout atau tidak. Ada beberapa orang yang tidak mengalami serangan gout, padahal kadar asam uratnya tinggi, namun sebaliknya, beberapa orang lainnya yang memiliki kadar asam urat normal pernah mengalami serangan gout.
Diagnosis penyakit asam urat dengan pemeriksaan cairan sendi

Dokter akan mengambil sampel cairan pada sendi yang mengalami radang, yaitu cairan sinovial. Cairan tersebut diambil menggunakan sebuah jarum dan akan diteliti dengan sebuah mikroskop. Jika pasien memang menderita gout, biasanya kristal-kristal natrium urat hampir selalu terlihat pada sampel cairan sinovialnya.

Metode pemeriksaan cairan sendi ini juga membantu dokter memastikan bahwa nyeri pada sendi pasien tidak disebabkan oleh masalah lainnya, seperti infeksi sendi atau septic arthritis dan juga kristal kalsium pirofostat yang menimbulkan radang yang serupa.

Diagnosis penyakit asam urat dengan pemeriksaan sinar X
Pemeriksaan sinar X dipakai oleh dokter sebagai metode eliminasi. Kenapa disebut begitu? Karena pemeriksaan ini biasanya tidak dapat mendeteksi radang akibat serangan penyakit asam urat, namun mampu mendeteksi masalah sendi lainnya, seperti chondrocalcinosis atau penumpukan kristal kalsium pada sendi. Jika masalah sendi lainnya tidak ditemukan pada pasien, maka kesimpulan dokter bisa lebih mengarah pada penyakit asam urat.

Diagnosis penyakit asam urat dengan pemindaian ultrasound
Pemindaian ultrasound pada sendi yang mengalami radang kini marak digunakan. Alasannya adalah metode ini dianggap sederhana dan aman untuk mendeteksi keberadaan kristal-kristal natrium urat di dalam tulang rawan sendi atau di bawah kulit yang biasanya tidak akan terlihat melalui pemeriksaan fisik.

Pemeriksaan rutin penyakit asam urat
Dokter biasanya akan meminta Anda kembali melanjutkan pemeriksaan kadar asam urat sekitar empat hingga enam minggu setelah serangan gout reda. Dokter juga biasanya akan memberikan resep obat penghilang rasa sakit agar Anda bisa cepat mengantisipasi radang yang kambuh.

Pengobatan Penyakit Asam Urat

Bagi penderita penyakit asam urat atau gout, dokter biasanya akan membuat sebuah rencana pengobatan dengan dua tujuan. Tujuan pertama adalah meredakan gejalanya dan tujuan kedua adalah mencegah terjadinya kembali serangan gout dengan cara menurunkan kadar asam urat.

Meredakan gejala penyakit asam urat

Meredakan gejala melalui teknik pengobatan sendiri

Penting untuk beristirahat dengan cukup selama Anda mengalami serangan gout. Angkatlah tungkai Anda dan hindarkan sendi yang sedang mengalami radang dari benturan. Mendinginkan sendi dengan cara kompres juga dapat membantu meredakan rasa nyeri. Kompres bisa dilakukan dengan sekantong kacang polong beku atau dengan es yang dibungkus dengan handuk.

Kompres sendi tersebut selama dua puluh menit. Jangan menempelkan es langsung ke kulit dan jangan mengompres lebih dari dua puluh menit karena dapat merusak permukaan kulit.

Meredakan gejala melalui obat-obatan

Obat anti inflamasi non steroid (OAINS) sebagai pereda rasa sakit

Obat anti inflamasi non steroid (OAINS) merupakan jenis obat pereda sakit yang biasanya disarankan oleh dokter sebagai obat awal untuk menangani gejala gout. Kinerja obat ini mampu meredakan sakit dan peradangan. Beberapa jenis OAINS yang sering digunakan untuk menangani serangan gout adalah etoricoxib, diclofenac, dan naproxen.

Jika OAINS memang telah disarankan dokter untuk Anda, sebaiknya simpan obat tersebut di dekat Anda agar bisa cepat digunakan saat gejala serangan gout mulai muncul. Teruslah mengonsumsi obat ini selama peradangan masih berlangsung hingga dua hari setelah reda.

OAINS biasanya diresepkan dokter bersama dengan obat penghambat pompa proton (proton pump inhibitor/PPI) yang mampu meredakan efek samping dari OAINS seperti pendarahan di lambung, sakit maag, dan gangguan pencernaan.

Namun penggunaan OAINS sebaiknya dihindari oleh mereka yang telah mengalami gangguan perut seperti yang tercantum di atas dan bagi mereka yang fungsi ginjalnya telah menurun. OAINS juga sebaiknya dihindari mereka yang sedang mengonsumsi obat-obatan penurun tekanan darah dan warfarin atau obat pengencer darah.

Colchicine sebagai pilihan alternatif

Jika Anda termasuk orang-orang yang tidak disarankan untuk menggunakan OAINS atau Anda disarankan menggunakannya, namun obat tersebut tidak cukup efektif, Anda bisa dialihkan ke alternatif lainnya, yaitu obat yang disebut cholchicine.

Colchicine sebenarnya bukan kategori obat pereda rasa sakit tapi colchicine mampu mengurangi daya kristal-kristal natrium urat  dalam menyebabkan peradangan di sekitar lapisan sendi atau sinovium. Dengan berkurangnya daya kristal-kristal tersebut, maka otomatis rasa sakit dari serangan gout juga bisa berkurang.

Sama seperti OAINS, jika colchicine merupakan obat yang diresepkan bagi Anda, simpanlah obat tersebut di rumah agar bisa segera digunakan saat serangan gout muncul.

Meski colchine dapat menjadi obat yang efektif untuk gout, namun obat ini sebaiknya digunakan dalam dosis rendah agar tidak menimbulkan efek samping. Umumnya dokter akan menyarankan pasien mengonsumsi obat ini maksimal dua hingga empat tablet perhari dan bagi Anda sebagai pasien, tentunya penting untuk mengikuti anjuran dokter tersebut.

Efek samping yang biasanya timbul jika kita mengonsumsi colchicine adalah diare, sakit perut, dan mual-mual. Bahkan dalam kasus yang parah, obat ini dapat menyebabkan masalah besar pada usus.

Kortikosteroid untuk mengobati penyakit asam urat parah

Kortikosteroid merupakan sejenis steroid yang kadang-kadang digunakan untuk mengobati penyakit gout yang sudah parah pada pasien yang tidak mempan lagi diobati dengan obat lainnya atau pada pasien yang tidak bisa mengonsumsi OAINS dan colchicine. Beberapa pasien yang biasanya tidak diperbolehkan mengonsumsi kortikosteroid adalah mereka yang menderita gagal jantung, gangguan fungsi hati, dan gangguan fungsi ginjal.

Pemberian kortikosteroid biasanya dengan cara disuntikan ke dalam otot atau langsung ke dalam sendi yang mengalami radang agar rasa sakitnya langsung mereda.

Kortikosteroid umumnya digunakan dalam dosis rendah dalam jangka pendek karena jika digunakan dalam dosis tinggi dalam jangka panjang, akan menimbulkan efek samping seperti:

– Kelemahan otot
– Memar
– Peningkatan kerentanan terhadap infeksi
– Penipisan lapisan kulit
– Pengeroposan tulang atau osteoporosis
– Kenaikan berat badan

Selain efek samping di atas, penggunaan kortikosteroid di luar dosis yang dianjurkan juga dapat memperburuk glaukoma (penyakit mata yang bisa menyebabkan kebutaan jika tidak segera ditangani) dan diabetes.

Mencegah terulangnya serangan penyakit asam urat

Ada dua metode atau cara yang digunakan untuk mencegah serangan penyakit asam urat atau gout di kemudian hari. Pertama adalah menurunkan kadar asam urat melalui obat-obatan dan yang kedua adalah menurunkan kadar asam urat melalui perubahan gaya hidup.

Menurunkan kadar asam urat melalui obat-obatan

Penanganan dengan obat-obatan secara jangka panjang direkomendasikan terutama bagi mereka yang:

– Sering mengalami serangan gout dan memiliki benjolan kecil di bawah kulit yang disebut tofi.
– Memiliki riwayat batu ginjal.
– Mengalami penurunan fungsi ginjal.
– Terdeteksi mengalami kerusakan sendi, baik akibat gejala yang terkait, maupun kerusakan yang terdeteksi oleh sinar X.

Sekitar empat puluh persen penderita diketahui mengalami kondisi di atas saat penyakit gout mereka pertama kali terdiagnosis. Dan lebih dari delapan puluh persen penderita gout mengalami kondisi tersebut dalam kurun waktu lima tahun. Oleh karena itu penanganan dengan obat-obatan penting bagi hampir seluruh penderita agar penyakit gout mereka tidak makin parah.

Terapi obat-obatan penurun asam urat merupakan istilah yang digunakan untuk penanganan utama penyakit gout. Sesuai namanya, tentu saja tujuan metode ini adalah untuk menurunkan kadar asam urat di bawah batas atau titik jenuh yang dibutuhkan kristal-kristal untuk membentuk diri. Selain mampu mencegah terbentuknya kristal-kristal baru, metode ini juga mampu melarutkan kristal-kristal yang sudah ada. Meski seluruh kristal dalam tubuh pada akhirnya menghilang, Anda disarankan untuk tetap melanjutkan metode ini sebagai bentuk perlindungan.

Sebagian besar penderita gout langsung memulai langkah pengobatan ini setelah mereka terdiagnosis. Mereka ingin mengurangi frekuensi kambuh dan mencegah kerusakan sendi. Sebaiknya tanyakanlah terlebih dahulu kepada dokter mengenai keuntungan dan efek samping yang merugikan dari metode ini. Jika Anda setuju, biasanya pertama kali dokter akan merekomendasikan obat bernama allopurinol.

Allopurinol yang dapat menghambat enzim pengubah purin

Allopurinol membantu menurunkan kadar asam urat dengan cara menghambat enzim yang bertugas mengubah purin menjadi asam urat. Allopurinol sendiri sebenarnya bukan obat penghilang rasa sakit yang efek penggunaannya langsung terasa saat serangan gout terjadi.

Allopurinol merupakan tablet diminum sekali dalam sehari. Dosis obat ini harus disesuaikan untuk memastikan tercapainya penurunan kadar asam urat sesuai target, yaitu di bawah 360 umol/L atau 6mg/dl. Dosis allopurinol biasanya akan meningkat tiap tiga hingga empat minggu, tergantung hasil pemeriksaan darah.

Setelah target tersebut tercapai, kristal-kristal dalam tubuh biasanya akan menghilang seluruhnya dalam waktu satu hingga dua tahun ke depan, namun pasien sebaiknya terus mengonsumsi allopurinol seumur hidupnya untuk mencegah datangnya kembali serangan gout.

Untuk menakar dosis yang paling tepat untuk kondisi Anda, dapat memakan waktu yang cukup lama dan Anda mungkin masih membutuhkan beberapa tes darah.

Kadang-kadang serangan gout dapat terjadi ketika Anda pertama kali menggunakan pengobatan dengan allopurinol. Hal tersebut disebabkan oleh larutnya atau mengecilnya kristal-kristal yang ada di tulang rawan sendi akibat kadar asam urat yang berkurang drastis hingga di bawah titik jenuh. Kristal yang mengecil tersebut menjadi lebih mudah meloloskan diri dari tulang rawan ke dalam rongga sendi dan akhirnya membuat lapisan sendi atau sinovium mengalami radang. Namun jangan khawatir, risiko tersebut dapat dikurangi dengan meningkatkan dosis allopurinol secara perlahan-lahan.

Merupakan hal yang wajar jika selama proses pengecilan dan penghilangan tersebut, Anda mengalami beberapa serangan gout. Hal tersebut akan berhenti setelah tubuh Anda benar-benar bersih dari kristal natrium urat. Yang terpenting adalah Anda jangan menyerah menjalani terapi pengobatan ini demi hasil yang maksimal.

Jika terjadi peradangan gout yang hebat ketika Anda sedang menjalani pengobatan dengan allopurinol, usahakan untuk tidak berhenti mengonsumsi obat ini. Dokter bisa meresepkan obat lainnya sebagai tambahan untuk meredakan rasa nyeri.

Meski sebagian besar penderita gout tidak mengalami efek samping saat mengonsumsi allopurinol, namun sepuluh persen dari mereka mengalaminya. Efek samping tersebut biasanya berupa ruam kulit. Kendati efek samping yang muncul terbilang ringan dan hanya sementara, namun Anda dianjurkan untuk menghentikan pengobatan dahulu dan memeriksakan diri kepada dokter karena dikhawatirkan Anda mengalami alergi. Jika pengobatan dengan allopurinol memang harus dihentikan, biasanya dokter akan meresepkan obat pengganti. Selain ruam kulit, efek samping lain dari penggunaan allopurinol adalah diare, sakit kepala, dan gangguan pencernaan.

Untuk alasan kesehatan, dokter biasanya akan melarang pasien gout tertentu untuk menggunakan allopurinol. Contoh pasien gout tertentu yang dimaksud di sini adalah mereka yang sedang mengonsumsi obat-obatan imunosupresan (obat yang sering digunakan untuk membantu tubuh menyesuaikan diri dengan organ cangkokan), dan mereka yang sedang mengonsumsi siklofosfamid (obat yang digunakan untuk mengobati kanker)

Selain kondisi-kondisi medis di atas, dokter juga biasanya akan melarang konsumsi allopurinol pada pasien gout yang menderita gangguan ginjal yang parah. Namun, jika gangguan ginjal tersebut masih tergolong ringan, biasanya dokter akan tetap memberikan obat ini, namun dalam dosis harian serta kenaikan dosis perbulan yang rendah, yaitu sekitar lima puluh miligram.

Terapi obat-obatan lainnya yang kurang umum digunakan

Selain obat-obatan pencegah penyakit gout yang telah disebutkan di atas, ada obat-obatan lainya seperti probenecid, sulphinpyrazone, dan benzbromarone. Meskipun tidak lazim digunakan, ketiga obat ini dapat membantu kinerja ginjal dalam membuang asam urat pada tubuh.

Saat ini probenecid dan sulphinpyrazone jarang digunakan dalam terapi penurunan asam urat karena kurang efektif dan tidak cocok bagi mereka yang tengah menderita sakit ginjal. Berbeda halnya dengan benzbromarone, obat ini cocok bagi penderita ginjal, dan efektif dalam menurunkan asam urat dalam tubuh.

Ketiga obat-obatan yang disebut di atas bukan merupakan obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Selain itu, obat-obatan tersebut biasanya diperuntukkan bagi penderita gout yang tidak bisa mengonsumsi obat lainnya, seperti allopurinol.

Perubahan gaya hidup sebagai bagian pencegahan dan pengobatan

Selain dengan menggunakan obat-obatan, kita juga bisa mencegah atau mengobati penyakit asam urat dengan menerapkan pola atau gaya hidup sehat. Pola hidup sehat bisa bermacam-macam, yaitu menghindari makanan atau minuman yang dapat meningkatkan kadar asam urat, menurunkan berat badan dengan diet atau olahraga, dan banyak mengonsumsi air mineral.

Mencegah penyakit asam urat melalui makanan

Makanan yang mengandung banyak purin, dapat meningkatkan kadar asam urat di dalam tubuh kita dan membuat kita rentan untuk terserang penyakit asam urat. Oleh karena itu hindarilah makanan yang semacam itu. Contoh-contoh makanan yang banyak mengandung purin adalah sebagai berikut:

– Makanan laut (kerang-kerangan, kepiting, udang, dan telur ikan).
– Jeroan (jantung, hati, ginjal, dan otak).
– Ikan yang banyak mengandung minyak (sarden, makarel, dan ikan teri).
– Binatang buruan (daging rusa, kelinci, dan ayam hutan).

Hindari konsumsi minuman keras

Jika terlalu banyak mengonsumsi minuman keras, maka produksi asam urat di dalam hati akan meningkat, selain itu unsur alkohol juga dapat mengurangi jumlah asam urat yang dibuang melalui urin. Terlebih lagi bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit gout, hal ini wajib diperhatikan untuk menghindarkan diri mereka dari serangan gout.

Jenis minuman keras yang menduduki urutan pertama penyebab penyakit gout adalah bir dan bir hitam. Kedua minuman itu juga mengandung purin yang tinggi. Setelah bir dan bir hitam, berikutnya yang harus diwaspadai adalah minuman keras berjenis spirit, seperti wiski dan vodka.

Bagaimana dengan wine? Sebuah penelitian mengatakan bahwa wine tidak akan secara signifikan meningkatkan risiko penyakit gout, asalkan diminum sesuai takaran yang masih tergolong sehat.

Minum air secukupnya

Disamping dapat terhindar dari dehidrasi, kandungan air yang cukup dalam tubuh kita juga dapat memperlancar pembuangan asam urat melalui urin. Disarankan agar kita minum sekitar enam hingga delapan gelas air mineral perhari, bahkan lebih jika kita juga melakukan olahraga atau sedang berada di bawah cuaca panas.

Mencegah penyakit asam urat dengan mengurangi berat badan

Biasanya kadar asam urat yang tinggi juga dialami oleh mereka yang memiliki tubuh gemuk. Oleh karena itu penting untuk mengurangi berat badan agar terhindar dari risiko serangan gout. Hindarilah makanan berprotein tinggi karena makanan tersebut biasanya juga mengandung purin yang tinggi.

Dalam menurunkan berat badan, jangan mengesampingkan pentingnya berolah raga secara cukup. Olah raga selain dapat menurunkan kadar asam urat dan risiko penyakit gout, juga dapat membuat Anda lebih sehat dan bertenaga.

Jika Anda sedang mengalami serangan gout, jangan melakukan kegiatan fisik atau olah raga yang dapat memberikan tekanan pada sendi yang meradang. Istirahatkan sendi Anda sebisa mungkin dalam posisi terangkat. Meski Anda tetap ingin melakukan olahraga untuk menjaga kebugaran, sebaiknya pilih olahraga renang. Saat Anda berenang, air akan turut menopang berat badan sehingga sendi Anda terhindar dari tekanan.

Mencegah penyakit asam urat dengan vitamin C

Menurut sebuah penelitian, vitamin C mampu mencegah penyakit asam urat dengan cara meningkatkan kinerja ginjal dalam membuang asam urat yang ada di tubuh kita. Dosis vitamin C yang dianjurkan adalah 500 miligram perhari.

Namun sebelum Anda mengonsumsi suplemen vitamin C, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter karena dikhawatirkan Anda memiliki masalah kesehatan atau sedang menjalani pengobatan tertentu yang bersifat intoleran dengan suplemen vitamin C.

Komplikasi Penyakit Asam Urat

Ada beberapa masalah kesehatan lainnya yang bisa muncul akibat penyakit asam urat atau gout. Komplikasi tersebut diantaranya adalah penyakit batu ginjal, munculnya benjolan-benjolan di bawah kulit yang disebut tofi dan kerusakan sendi yang dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari.

Penyakit batu ginjal

Seperti yang sudah dijelaskan, asam urat di dalam tubuh dikeluarkan dalam bentuk air seni melalui ginjal. Adakalanya asam urat menciptakan endapan-endapan di dalam ginjal, terlebih jika kadarnya yang tinggi. Umumnya endapan-endapan tersebut berukuran mikro dan dapat secara alami dikeluarkan melalui saluran kemih. Namun jika ukurannya terlalu besar, maka akan menimbulkan masalah kesehatan yaitu penyakit batu ginjal.

Penyakit batu ginjal tidak boleh dianggap enteng. Biasanya penderita akan mengalami nyeri atau sakit yang parah saat buang air kecil akibat terganggunya aliran urin. Penderita batu ginjal juga mengalami sensasi seperti ingin selalu buang air kecil. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini bisa menyebabkan infeksi di dalam sistem kemih.

Menurut data, sekitar 10%-25% penderita gout turut mengalami masalah batu ginjal. Dokter biasanya akan memberikan obat yang dapat melarutkan batu ginjal dan menurunkan kadar keasaman dalam urin.

Mencegah tentunya lebih baik daripada mengobati. Anda disarankan meminum cukup air agar endapan-endapan asam urat yang ada dapat keluar secara alami dan mudah dari tubuh Anda.

Munculnya benjolan-benjolan tofi

Anda mungkin pernah melihat penderita gout yang memiliki semacam benjolan di ujung jari-jari tangan atau kakinya. Gumpalan tersebut disebut sebagai tofi. Tofi adalah gumpalan yang terbentuk akibat endapan kristal-kristal asam urat di bawah kulit.

Biasanya tofi muncul pada penderita gout parah atau gout yang sudah lama tidak ditangani. Namun ada juga tofi yang muncul pada penderita yang bahkan belum pernah mengalami serangan akut.

Meski pada umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, namun tofi kerap tumbuh di tempat-tempat janggal, seperti di ujung jari-jari tangan dan di sekitar jari-jari kaki. Tofi juga bisa tumbuh di area lutut, tumit, siku, dan lengan bawah. Bahkan dalam kasus yang jarang terjadi, tofi terbentuk di kanal tulang belakang atau pita suara. Biasanya jika ada tofi di bawah permukaan kulit, maka jumlah tofi di dalam tulang rawan dan tulang sendi akan lebih banyak lagi.

Bagi penderita penyakit gout, munculnya tofi bisa menjadi sinyal bahwa pengobatan tidak bisa ditunda-tunda lagi dan harus segera dilakukan. Konsultasikan kepada dokter Anda mengenai langkah penanganan dengan metode terapi obat-obatan penurun asam urat, misalnya allopurinol.

Jika kadar asam urat berhasil diturunkan hingga di bawah titik jenuh, maka otomatis tofi tidak lagi membesar dan berangsur-angsur mengecil seiring larutnya kristal-kristal natrium urat.

Namun sebaliknya jika terus dibiarkan, maka tofi akan membesar dan pada akhirnya menimbulkan rasa sakit. Tofi yang meradang tersebut bahkan bisa pecah dan mengeluarkan cairan seperti pasta gigi yang terdiri dari campuran nanah dan kristal-kristal urat. Selain rasa sakit, tofi yang besar juga bisa mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya, seperti mengenakan pakaian, menyiapkan makanan, dan sebagainya.

Segera konsultasikan kepada dokter jika hal tersebut dialami oleh Anda. Dokter mungkin bisa memberi Anda saran agar aktivitas-aktivitas keseharian Anda menjadi lebih mudah. Bahkan jika memang dianggap perlu, dokter bisa melakukan operasi untuk mengangkat tofi yang mengganggu tersebut.

Kerusakan pada sendi

Kerusakan sendi terjadi akibat penyakit gout yang tidak kunjung ditangani. Kristal-kristal natrium urat yang terus menumpuk dan membentuk tofi di dalam tulang rawan dan tulang sendi, lambat laun akan terus merusak sendi dan bahkan kerusakan tersebut pada akhirnya menjadi permanen. Dalam beberapa kasus yang tergolong parah, dokter terpaksa melakukan operasi untuk memperbaiki atau mengganti sendi-sendi yang rusak tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>